BANDUNG – Setelah sukses melakukan kunjungan formal ke lembaga negara seperti Badilag dan Kemenag di Jakarta, mahasiswa Fakultas Syariah UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gusdur) Pekalongan berganti suasana. Memasuki hari ketiga program Domestic Student Mobility (DSM), agenda penuh diisi dengan kegiatan rekreasi dan pariwisata menyusuri sudut-sudut ikonis di Bandung, Jawa Barat.
Rombongan bertolak dari hotel di Jakarta sejak pukul 09.00 WIB menuju destinasi pertama di wilayah Bandung. Hari Ketiga KKL UIN Gusdur: Dari Dinginnya Kawah Putih hingga Berburu Sejarah di Asia-Afrika berikut adalah keseruan perjalanan refreshing para mahasiswa UIN Gusdur:
1. Menembus Kabut dan Belerang di Kawah Putih
Perjalanan menuju Kawah Putih menyajikan tantangan tersendiri dengan medan pegunungan yang cukup curam. Karena jalur yang sempit tidak memungkinkan untuk dilewati bus besar, rombongan mahasiswa musti transit di gerbang utama dan menyewa 'ontang-anting'—angkot modifikasi khas kawasan setempat—untuk bisa naik sampai ke bibir kawah.
Sesampainya di area utama, mahasiswa disambut pemandangan luar biasa yang melampaui ekspektasi.
"Kami kira kawahnya hanya lubang raksasa biasa dengan air belerang mendidih, ternyata sangat luas bak danau hijau toska berbalut tebing dan pepohonan mati yang estetik," ujar salah satu peserta KKL
Kawasan seluas 5 hektare ini ternyata juga magnet bagi turis internasional. Rombongan sempat berinteraksi langsung dengan beberapa wisatawan asing dari Australia, Cina, dan Korea. Mengingat kadar belerang yang tinggi, para mahasiswa wajib mengenakan masker dan dibatasi maksimal 15 menit di area kawah demi faktor kesehatan pernapasan. Waktu yang singkat tersebut dimanfaatkan dengan maksimal untuk berfoto ria.
2. Mengagumi Karya Maestro di NuArt Sculpture Park
Destinasi kedua berlanjut ke NuArt Sculpture Park, sebuah galeri seni dan museum patung legendaris milik maestro seniman Indonesia, I Nyoman Nuarta. Tempat ini memadukan konsep pelestarian alam yang rindang dengan ruang pameran seni yang modern.
Di dalam gedung galeri lantai 2 dan 3, mahasiswa disuguhi berbagai replika mahakarya I Nyoman Nuarta, mulai dari patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) Bali hingga rancangan arsitektur Istana Kota Nusantara (IKN). Ciri khas material logam tembaga dengan efek tembus pandang membuat karya-karya di sini terasa hidup.
Tidak sekadar estetika, karya-karya yang dipajang sarat akan makna filosofis kehidupan. Salah satu yang paling menarik perhatian mahasiswa hukum UIN Gusdur adalah patung ikonik bernama "Dewi Zalim", yang mengkritik realita sistem hukum agar tidak sekadar menjadi alat politik melainkan murni penegak keadilan.
Patung Dewi Zalim-NuArt Sculpture Park
3. City Tour Tempo Dulu: Alun-Alun Bandung hingga Jalan Asia-Afrika
Kunjungan KKL hari ketiga ditutup dengan menikmati suasana sore dan malam di kawasan bersejarah Jalan Asia-Afrika dan Alun-Alun Bandung. Kawasan ini menawarkan perpaduan apik antara arsitektur kolonial vintage, ruang publik yang hidup, dan sejarah dunia.
Beberapa titik yang dilewati dan dinikmati oleh rombongan antara lain:
Gedung Merdeka & Museum KAA: Tempat bersejarah saksi bisu Konferensi Asia Afrika tahun 1955.
Tugu Titik Nol Kilometer: Markah sejarah awal mula pembangunan Kota Kembang oleh pemerintah kolonial.
Alun-Alun & Masjid Raya Bandung: Tempat santai menikmati hamparan rumput sintetis luas tepat di depan masjid.
Kawasan Jalan Braga: Lorong waktu yang menghubungkan langsung ke suasana kafe vintage tempo dulu.
Suasana makin semarak dengan kehadiran puluhan cosplayer berkostum unik, mulai dari karakter hantu hingga superhero, yang berjejer di sepanjang trotoar berlampu antik siap melayani ajakan foto bersama para mahasiswa. Perjalanan pariwisata satu hari penuh ini sukses menyegarkan pikiran mahasiswa setelah sebelumnya fokus menimba ilmu formal di ibu kota.
- Siska Fitri Yani 10124070
- Elfa Farah 10124073
- Maghfuroh Assyahra 10124076
- Aisyah Ayuningtyas 10124077
- Dhiya Fitri Amelia 10124078
- Shela Widya 10124081
- Selvi Meliaulladiya 10124082
- Nilna Mihatillah 10124083
- Rosa Diana 10124086
- Muhammad Danny Akbar 10124089
- Arzenda Paradeva 10124090
- M. Akmal Syahrullah 10124091
- M. Ziyan Qurraihan 10124095
- M. Sabiqul Khoir 10124098
- M. Adib Khasani 10124099
- Muhammad Abid Maulid 10124104
- Zuhda Haqiqi 10124107
- Khisnul Munji 10124110
- Egil Maulana Isyaqi 10124113
- Dwi Hanafi 10124114
- M. Umar Hamzah 10124115
- Muhammad Ghion Mughni 10124118
- M. Dzulqornain 10124120
- Lukni Maulana 10124121
- Alim Murtopo 10124124
- Muhammad Sahrul Hatami 10124127
- Aslikhati Islamiyah 10124087
- Anin Aulia Priyanti 10124092
- Rakhma Aprilia 10124093
- Ifna Shil Shilia 10124094
- Rana Amanah Durrotun Nafisah 10124096
- Putri Rizqia Maghfiroh 10124097
- Widya Kharisda Zahra 10124100
- Aula Rahmadina 10124102
- Alya Rahmatika 10124103
- Isna Maria Nabila 10124105
- Himatussaniyah 10124112
- Sabrina Agutiana 10124116


