masukkan script iklan disini
Photo by EDBalence
Pada umunya mahasiswa di UIN Gusdur berusia sekitar 18 – 24 tahun yang mana mereka berada di masa dewasa, di masa ini adalah waktu yang penting untuk membentuk rutinitas makan yang mendukung kesehatan tubuh. Dalam masa - masa ini berlangsung sampai umur berikutnya, di masa ini kebanyakan paling sedikitnya mengkonsumsi sayuran dan paling banyak mengonsumsi makanan padat energy, yang contohya seperti mengandung tinggi kalori, makanan yang mengandung banyak gula atau alcohol, dan makanan yang kurang bergizi lainya.
Para mahasiswa sering menghadapi tekanan akademis yang tinggi, termasuk tugas, ujian, dan juga kegiatan organisasi. Hal ini mengakibatkan banyak mahasiswa mengabaikan rutinitas memakan makanan yang bermutu serta gaya konsumsi yang kurang teratur, dan juga menyukai makanan instan atau makanan cepat saji, yang berdampak pada masalah kesehatan seperti kelelahan, gangguan pencernaan, bahkan obesitas atau malnutrisi serta dapat menimbulkan penyakit seperti asam lambung, tipes, Gastritis serta penyakit lainnya, dan bisa juga dapat menyebabkan suatu penyakit yang serius dan menyebabkan resiko yang tinggi seperti kematian.
Kesehatan adalah sesuatu yang diharapkan semua kalangan. Pola makan ialah kebiasaan dalam mengonsumsi makanan yang dapat memengaruhi kesehatan. Apabila makanan dikonsumsi dalam tingkat, mutu, serta variasi serta memadai guna menyediakan macam-macam nutrisi yang diperlukan oleh badan kita, maka tubuh dapat meraih kondisi nutrisi yang optimal. Pola makan mencerminkan berbagai jenis makan serta banyaknya asupan makanan yang dimakan. Ketidakteraturan dalam mengatur pola makan yang kurang tepat bisa membuat asupan nutrisi tidak seimbang.
Beberapa factor pola makanan, beberapa hal yang mempengaruhi pola konsumsi makanan antara lain yaitu kondisi kebutuhan, kebiasaan masyarakat atau tradisi di sekitar daerah tersebut, serta ketersediaan waktu untuk menyiapkan atau mengolah makanan. Pengetahuan tentang gizi juga termasuk aspek-aspek penting yang menentukan pilihan makanan dan berdampak pada status gizi tubuh. Pengetahuan ini memengaruhi bagaimana kita menyusun menu, memilih bahan makanan, mengolah makanan, dan menentukan pola makan sehari-hari. Semua itu nantinya akan berdampak langsung pada kondisi gizi seseorang. Factor kondisi sosial ekonomi biasanya berhubungan dengan pendapatan dan dana yang dimiliki, orang yang memiliki pendapatan atau dana yang lebih banyak biasanya lebih banyak memilih makanan dan bisa membeli makanan yang lebih sehat dan segar. Namun sebaliknya, orang yang berpendapatan atau dananya terbatas mereka lebih memilih makanan yang murah, meskipun kandungan gizinya tidak mecukupi dan bahkan kurang. Faktor nilai-nilai Budaya berhubungan dengan keterbiasaan dengan suatu jenis makan yang di konsumsi, misalnya di suatu daerah terbiasa dengan makanan pokoknya adalah nasi, sementara di daerah lain terbiasa dengan makanan pokoknya yaitu sagu, jagung, ubi dan lainya. Selain kebiasaan juga suatu budaya menentukan cara mengelola makanan dengan caranya masing – masing. Factor lingkungan sekitar, factor ini berhubungan dengan tempat tinggal seseorang, jika kita bertempat tinggal di sekitar daerah penghasil sayur dan buah buahan yang mudah di dapatkan, kemungkinan besar kita akan memakan dengan pola makan tersebut dan jika kita berada di daerah yang kebanyakan menyediakan makana instan atau makanan cepat saji kemungkinan kita akan memakan dengan pola makan tersebut dan kurang sehat untuk tubuh kita. Factor ketersediaan waktu untuk menyiapkan atau mengolah makanan juga berhubungan dengan aktivitas yang sibuk itu bisa mempengaruhi kepada ketersediaan waktu contohnya yaitu mahasiswa di tengah kesibukan akademiknya mereka kebanyakan tidak mempunyai waktu untuk memasak sendiri sehingga memilih membeli makan yang sudah siap makan maupun makanan yang cepat saji yang lebih praktis seperti mie instant, geprek, seblak, wonton dengan chili oil yang termasuk mengandung banyak kalori, lemak jenuh serta mengandung bahan pengawet, dan kurang bernutrisi dan tidak kita ketahui juga tentang pemrosesan pembuatan dan kehigenisan makanan-makann tersebut.
Cara menjaga pola makan itu sebenarnya mudah dan tidak sulit, caranya yaitu kita harus disiplin dan mengerti dengan kebutuhan fisik kita, seperti pentingnya makan secara teratur dan sarapan setiap pagi jangan sampai terlewatkan, di karenakan sarapan pagi adalah sumber energy utama tubuh kita untuk memulai aktivitas dan memulai hari. Jika kita melewatkan sarapan pagi kemungkinan tubuh kita merasa lemas, ngantuk, dan sulit berkonsentrasi dengan baik, apalagi untuk mahasiswa seperti kita yang memiliki kesibukan dibidang akademik.
Selanjutnya yaitu kita perlu memperhatikan pola makan dengan mengonsumsi makanan yang seimbang dan ideal, contohnya yaitu menerapkan 4 sehat 5 sempurna dengan mengonsumsi karbohidrat, protein, lemak sehat, serta sayur dan buah – buahan. Tetapi yang saya lihat sekarang banyak mahasiswa yang lebih memilih makanan instant atau cepat saji yang lebih praktis, padahal makanan – makanan seperti itu cenderung tinggi lemak jenuh, garam, kalori, gula, dan bahan pengawet, jika di konsumsi terus menerus bisa menyebabkan dampak buruk kepada kesehatan tubuh kita.
Selain jenis – jenis makanan, porsi makan juga harus kita perhatikan, kadang karena kita terlalu banyak tekanan dan tugas, akhirnya kita stress dan kadang kita makan dengan porsi yang berlebihan tanpa sadar untuk menjadikan pelampiasan stress kita, itu akan menyebabkan tubuh kita tidak nyaman dan menyebabkan berat badan bertambah, Ini bisa memicu obesitas, yang sudah diakui WHO sejak 2008 sebagai masalah kesehatan serius. Seharusnya kita perlu belajar dengan sinyal sinyal di tubuh kita, makanlah secukupnya sampai kenyang dan hindari mengkonsumsi yang berlebihan, serta pastikan selalu cukup minum air putih dikarenakan kadang tubuh kita merasa lapar padahal sebenarnya hanya butuh cairan.
Selain menjaga pola makan kita juga jangan asal makan, tetapi juga dengan gaya hidup sehat seluruhnya seperti tidur yang cukup, berolahraga secara teratur, dan kita dapat mengelola stress kita agar tidak terjerumus makan dengan porsi yang berlebihan, jika pikiran kita sehat maka tubuh kita juga akan mengikutinya. Menjaga pola makan adalah cara kita menjaga kesehatan Untuk masa sekarang hingga di masa mendatang, serta berdampak dengan jangka panjang, dan kita sebagai mahasiswa sangat penting bagi kita untuk terus menerapkan pola makan sehat dari sekarang serta membentuk kebiasaan yang baik untuk kesehatan fisik maupun mental kita.
Penulis : Rizqi Nurul Azizah
Editor : Tim Riset dan Keilmuan


