Official website of Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam UIN K.H. Abdurrahman Wahid

  • Jelajahi

    Copyright © HMPS HKI UIN GUSDUR
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    https://hmpshkiuingusdur.blogspot.com/2021/12/pengertian-asas-asas-dan-unsur-unsur-hukum-pidana.html

    Menu Bawah

    Rukyatul Hilal Awal Bulan Ramadhan 1447 H, di Pekalongan Nihil Hilal Tidak Terlihat.

    HMPSHKI UINGUSDUR Pekalongan
    18 Feb 2026, Februari 18, 2026 WIB Last Updated 2026-02-18T17:55:47Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini







    PEKALONGAN-Fakultas Syari'ah UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan dan Himpunan Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam (HMPS HKI) kali ini berkolaborasi dengan Pusat Studi Ilmu Falak (PSIF UIN GUSDUR) kembali menyelenggarakan acara Rukyatul Hilal. Acara ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk secara langsung melihat dan memantau hilal sebagai tanda datangnya bulan Ramadhan.





    Rukyatul hilal merupakan kegiatan pengamatan bulan sabit (hilal) yang menjadi salah satu metode penentuan awal bulan Hijriah, khususnya Ramadhan. Kegiatan ini melibatkan Kementerian Agama,Lembaga falakiyah,Dosen Fakultas Syariah,instansi terkait, serta tokoh masyarakat dan ahli falak.



    Sebelum praktik Rukyatul Hilal ini dimulai , para peserta yang datang disuguhi dengan materi tentang keilmuan Ilmu Falak Rukyatul Hilal, terkhususnya mengenai materi Kriteria NEO-MABIMS, ada dua untuk Kriteria NEO-MABBIMS yang telah disepakati yaitu; Tinggi Hilal Mar’i minimal 3° dan Elongasi Hakiki minimal 6,4° atau 6° 24’. Ujar Bapak Muhammad Farid Azmi M.H. 

    Setelah penyampaian materi berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan pengamatan langsung. Para pemateri dan peserta rukyatul hilal menggunakan teleskop untuk mengamati ufuk barat guna memastikan ada tidaknya hilal, dengan suasana yang penuh fokus karena menjadi bagian utama dari acara tersebut. Suasana pengamatan berlangsung penuh konsentrasi, karena momen tersebut menjadi inti dari kegiatan rukyatul hilal yang telah dipersiapkan sejak awal acara. 




    Pada akhir pengamatan Bapak Bapak Muhammad Farid Azmi M.H. Selaku pemateri kita, beliau juga menambahkan “bahwa beberapa daerah seperti Kudus, ada yang memilih untuk mengadakan rukyatul hilal pada esok hari dikarenakan hilal tidak terlihat atau belum mencapai kriteria visibilitas pada malam ke-29” tambahnya.


    Selanjutnya Penyampain hasil akhir dari pengamatan hari ini Bapak Farid Azmi M.H. selaku pemateri menyampaikan dan menjelaskan mengenai posisi hilal Ramadhan 1447 H. Ia juga menyampaikan bahwa Ketinggian Hilal Mar’i pada hari ini hanya -01° 8’ 30,63'' di bawah ufuk dan Elongasi Hakiki nya : 01° 09’ 36,37‘’ yang artinya hasil tersebut tidak memenuhi Kriteria NEO-MABIMS seperti yang sudah dijelaskan tadi bahwa hilal tidak terlihat di Pekalongan Ujar dari Bapak Farid Azmi M.H. 

    Karena itu, untuk memastikan awal 1 Ramadhan 1447 Hijriah, para peserta menunggu keputusan resmi dari Sidang Isbat yang digelar Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai acuan penetapan secara nasional. 

    Mengutip dari Kompas.com "Berdasarkan hasil hisab serta tidak adanya laporan hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis 19 Februari 2026," ujar Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar dalam konferensi pers di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (17/2/2026).

    Mentri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar menuturkan, keputusan ini diambil karena pemantauan hilal di sejumlah titik di Indonesia tidak memenuhi kriteria MABIMS yang dipedomani oleh pemerintah Indonesia.


    Pewarta: Isna Maria Nabila
    Foto : Komdigi
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    HMPSHKI Universitas K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

    HMPSHKI UINGSUDR

    +